Remaja Dan Keadaan Budaya Literasi Di Indonesia

Kontributor

Duta Bahasa Jawa Barat

Juru Foto

Dokumen Pribadi

Remaja Dan Keadaan Budaya Literasi Di Indonesia

oleh Robita Ika Annisa

Dewasa ini perkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan berkembang pesat. Untuk mengimbangi perkembangan tersebut, seseorang harus mau banyak membaca agar tidak tertinggal dan mampu bersaing dalam hidup ini. Membaca merupakan salah satu cara untuk membuka cakrawala dunia. Seseorang yang gemar membaca akan selalu mendapat informasi terkini, baik mengenai keadaan di sekitarnya maupun mengenai ilmu pengetahuan yang ingin diketahuinya.
Membaca dapat dijadikan sebagai salah satu indikator untuk mengukur budaya literasi seseorang atau suatu masyarakat. Tinggi rendahnya jumlah masyarakat yang gemar membaca dapat mencerminkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. Selain itu, budaya membaca masyarakat juga merepresentasikan keadaan literasi bangsa Indonesia. Saat ini kedudukan bangsa Indonesia dalam bidang literasi berada di peringkat ke-60 dari 61 negara. Informasi ini diperoleh dari Central Connecticut State University.

Apa pentingnya peringkat literasi suatu negara?
Pemeringkatan negara dalam bidang literasi yang ditunjukkan oleh Central Connecticut State University memang bukan sesuatu yang mendesak untuk diperbincangkan. Akan tetapi, pengaruh pemeringkatan tersebut berimbas ke dalam berbagai aspek dalam kehidupan, khususnya mengenai budaya membaca di kalangan masyarakat Indonesia. Melalui pemeringkatan tersebut, tecermin bahwa masyarakat Indonesia pada umumnya belum memiliki antusias yang tinggi dalam membaca. Terlebih lagi peringkat yang diperoleh adalah peringkat kedua dari bawah, hanya satu tingkat lebih unggul dari Negara Bostwana.
Munculnya nama Indonesia di posisi ke-60 dari 61 bagi sebagian orang tampak seperti sebuah pukulan yang besar sehingga berbagai upaya pun mulai dilakukan untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap bidang literasi, khususnya membaca. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan fasilitas tempat membaca seperti perpustakaan dan taman-taman yang nyaman untuk membaca, baik untuk masyarakat umum maupun untuk kalangan pelajar. Dengan demikian, diharapkan antusiasme masyarakat terhadap membaca maupun budaya literasi secara umum akan meningkat.

Apa peranan remaja dalam bidang literasi?
Remaja sebagai bagian dari masyarakat tentu memiliki peranan yang besar dalam bidang literasi, tidak hanya untuk keperluan pemeringkatan saja, tetapi juga sebagai penentu perubahan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Terlebih lagi, dalam sensus penduduk pada tahun 2010 menunjukkan bahwa 37% dari total penduduk di Indonesia merupakan orang-orang yang umurnya di bawah 20 tahun. Artinya, populasi remaja yang lebih dari seperempat populasi rakyat Indonesia itu dapat memberikan pengaruh yang besar apabila seluruh remaja tersebut memiliki antusias yang tinggi dalam bidang literasi, khususnya membaca.
Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas remaja dalam bidang literasi sebaiknya dimulai sejak dini. Anak-anak yang dibiasakan akrab dengan buku, mereka akan membawa kebiasaan tersebut hingga dewasa. Dalam perjalanan mereka menuju dewasa, mereka sudah terbiasa dengan buku dan literatur sehingga membaca sudah menjadi kebiasaan, bahkan kebutuhan. Ada berbagai cara agar anak dan remaja gemar membaca dan menjadikannya sebagai salah satu kebiasaan dalam keseharian mereka. Cara-cara tersebut dapat dilakukan oleh orang tua, pihak sekolah, maupun lingkungan masyarakat terdekat.
Hal yang dapat dilakukan oleh orang tua di antaranya adalah membiasakan anak membaca buku sebelum tidur dan memfasilitasi anak dengan buku-buku yang menarik serta sesuai dengan perkembangan usia mereka. Sementara itu, pihak sekolah dapat bekerja sama dengan lingkungan masyarakat untuk mengadakan kegiatan rutin yang dapat dilakukan setiap minggu atau setiap bulan, yaitu berupa kegiatan membaca bersama di perpustakan terdekat dan diakhiri kuis-kuis dengan hadiah yang menarik. Hadiah tersebut dapat berupa piagam penghargaan maupun bentuk hadiah lainnya. Dukungan semua pihak, yaitu orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat ini dapat memberikan pengaruh dan dorongan yang kuat kepada remaja untuk dekat dan akrab dengan buku serta menjadikan kegiatan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan. Dengan demikian, kegiatan membaca maupun budaya literasi lainnya bagi remaja dapat menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan.

Simpulan
Remaja sebagai generasi muda memegang peranan penting dalam perkembangan dirinya maupun bangsanya. Remaja sebaiknya sudah dekat dan akrab dengan buku dan kegiatan membaca, serta kegiatan literasi lainnya apabila memungkinkan, sedari diri. Kemajuan suatu bangsa salah satunya ditentukan oleh kaum remajanya. Remaja yang senantiasa mengaktualkan diri dengan perkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan akan mampu bersaing di dunia internasional sehingga mampu membawa dan mengharumkan nama Indonesia. Selain itu, remaja yang gemar membaca secara tidak langsung telah membekali dirinya dengan pengetahuan dan akan membuat pemikirannya menjadi lebih kritis. Akan tetapi, untuk membentuk remaja yang dekat dengan budaya literasi perlu dukungan dan kerja sama antara orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat terdekatnya. Dengan demikian, kegemaran remaja terhadap kegiatan membaca dan kedekatan remaja dengan buku dapat terjaga.

Sumber Rujukan
Tanpa nama. (2016). CCSU news release: world’s most literate nations ranked. [Online] Tersedia: http://webcapp.ccsu.edu/?news=1767&data  (30 Juli 2016)
Tim penulis. (tt). Penduduk Indonesia. [Online] Tersedia: http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/demografi/item67  (30 Juli 2016)

Shaqilla Maharani

Tiada rindu berpesan pada lagu
Hanya kasih bersiulan menghujam kalbu

Mataku dibakar cemburu,
Tak pernah dirimu bergantung disitu
Sedang di hati kau enggan berlalu

Entah di mana kau wanitaku. Menanya angin yang

31.08.2020 | oleh Aditya Nugraha

Tunggara Yuda

(Haturan sinatria perlaya ing ayuda)

                   I
Galur catur, kocap carita
Aya nusa karta raharja
Emas inten sarwa réa
Pulona para déwata
Swargaloka

31.07.2020 | oleh Aditya Nugraha

Rumah Paling Membosankan Di Bumi

Katamu dalam hati, rumah itu paling membosankan di bumi
Tapi mengapa, di ujung rantaumu, kau selalu balik layar?

Katamu dalam hati, rumah itu paling biasa di bumi
Tapi kenapa tenangmu selalu

24.06.2020 | oleh Aditya Nugraha

Duka Ibu Pertiwi (2)

Perih Sang Ibu Pertiwi merintih
Raut wajahnya tampak pucat pasi
Tak ada senyum seri bersemi
Tak ku lihat lagi anak-anak berlari

Sujud kami sudah tak terhitung lagi
Karena raga tak bisa

13.05.2020 | oleh Aditya Nugraha