Shaqilla Maharani

Kontributor

Aditya Nugraha

Juru Foto

Aditya Nugraha

Tiada rindu berpesan pada lagu
Hanya kasih bersiulan menghujam kalbu

Mataku dibakar cemburu,
Tak pernah dirimu bergantung disitu
Sedang di hati kau enggan berlalu

Entah di mana kau wanitaku. Menanya angin yang menari, menanya hujan yang berlari,
Tak ada jawaban pasti, hanya hati meyakini, tatapanku ‘kan menatapmu
Pesona gadisku(?), yang malu-malu kala bertemu

Tanganmu yang lucu, seakan mengundang untuk kukaitkan pada tanganku,
Bersanding di sisiku, sedang hatiku giliran kau jerat dengan auramu

Tak dapat lagi menunggu, kapankah gerangan kan bertemu
Di manakah dirimu masih berlayar, ku telah menanti di balik fajar
Menanti perlabuhanmu pada pangkal penantianku. Menemu sudut
Cinta dan pengasihan. Keyakinan semu, harapan kaku. Bersatu mengurai beku

Tunggara Yuda

(Haturan sinatria perlaya ing ayuda)

                   I
Galur catur, kocap carita
Aya nusa karta raharja
Emas inten sarwa réa
Pulona para déwata
Swargaloka

31.07.2020 | oleh Aditya Nugraha

Rumah Paling Membosankan Di Bumi

Katamu dalam hati, rumah itu paling membosankan di bumi
Tapi mengapa, di ujung rantaumu, kau selalu balik layar?

Katamu dalam hati, rumah itu paling biasa di bumi
Tapi kenapa tenangmu selalu

24.06.2020 | oleh Aditya Nugraha

Duka Ibu Pertiwi (2)

Perih Sang Ibu Pertiwi merintih
Raut wajahnya tampak pucat pasi
Tak ada senyum seri bersemi
Tak ku lihat lagi anak-anak berlari

Sujud kami sudah tak terhitung lagi
Karena raga tak bisa

13.05.2020 | oleh Aditya Nugraha

Memoar Lama Untuk Kembali Diingat

Luruhan jingga menjadi abu-abu
Pertanda sendu mengiris pilu
Resah hati menahan rindu
Tiada henti mengucap namamu

Kala langit malam tak lagi berbintang
Kembali teringat masa ketika kita masih berbincang
Ditemani semangkuk

24.04.2020 | oleh Aditya Nugraha